Kabut Asap di Indonesia Ternyata Lebih Bahaya dari Polusi Jerman Selama Setahun
Nasional

Jumlah titik api yang ada di Indonesia karena kebakaran hutan jauh lebih tinggi dari tahun 2006 dan mencetak rekor mengerikan untuk bencana kabut asap.

WowKeren - Kabut asap di Indonesia tampaknya membuat sederet negara-negara tetangga menjadi emosi. Indonesia bahkan disebut-sebut sebagai penyumbang polusi udara terbesar ketiga di dunia karena kabut asap yang masih mengepul di Kalimantan dan Sumatera selama 3 bulan terakhir.

World Resources Institue (WRI) merilis data-data emisi gas CO2 yang dihasilkan dari kabut asap di Indonesia. "Sejak September 2015, emisi karbon harian karena kebakaran hutan di Indonesia telah melewati batas emisi harian seluruh perekonomian Amerika Serikat dalam waktu 26 hari," tulis WRI.

"Ada lebih dari 90 hingga 100 ribu titik kebakaran hutan di Indonesia dengan rata-rata 2 miliar ton gas karbon terbuang ke udara. 75 persen sumbangan emisi karbon Indonesia berasal dari pembakaran lahan di hutan," imbuhnya. "Selama 10 tahun terakhir, Indonesia masuk dalam daftar negara penyumbang polusi terbesar dengan Tiongkok, Amerika Serikat dan India."


Jumlah titik api yang ada di Indonesia karena kebakaran bahkan jauh lebih tinggi dari tahun 2006 dan mencetak rekor mengerikan untuk bencana kabut asap. Besarnya gas karbon yang dihasilkan membuat kabut asap Indonesia justru jauh lebih berbahaya daripada polusi udara di Jerman selama 1 tahun.

Pakar Lingkungan Universitas Amsterdam yakni Guido van der Werf menduga jika bencana kabut asap ini masih lama. "Emisi gas karbon Indonesia ditentukan dengan lamanya El Nino. Sepertinya kebakaran hutan sekarang ini masih berlangsung separuh jalan," tuturnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!