Salah satu penyebabnya menurut Jonathan Abrams, sang pendiri Friendster, adalah dibawah ini.
- Tim WowKeren
- Selasa, 20 Oktober 2015 - 23:49 WIB
WowKeren - Pernah berjaya lebih dari satu dekade lalu, jejaring sosial Friendster kini telah ditutup. Jejaring sosial ciptaan Jonathan Abrams itu kalah dari Facebook karena memiliki kendala teknologi.
Sebelum Facebook muncul, Friendster sudah ingin menciptakan news feed untuk lingkungan kampus atau layanan yang dinamakan "Friendster College". Tidak hanya itu, Friendster juga berencana menciptakan tools 'Friendster social graph', termasuk platform untuk berbagi playlist musik.
Namun menurunnya jumlah penggguna Friendster membuat layanan tersebut tersendat. Walau pengguna di wilayah Amerika Serikat bertambah, tapi basis pengguna terbesar tetap ada di Asia. Tahun 2004, Jonathan Abrams tidak lagi menjadi CEO, tapi Chairman. Tahun 2009, Facebook dibeli oleh MOL Global di tengah keterpurukan Friendster.
(wk/)