Sejumlah supir meminta rekan-rekannya untuk mogok kerja sebagai aksi protes turunnya tarif Go-Jek.
- Tim WowKeren
- Selasa, 03 November 2015 - 15:23 WIB
WowKeren - Tarif Go-Jek yang awalnya Rp 4 ribu per kilometer kini telah turun menjadi Rp 3 ribu. Jika kebijakan yang ditetapkan perusahaan resmi itu disambut gembira oleh para penumpang, tak demikian hal nya dengan sejumlah supir Go-Jek.
Para supir Go-Jek melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes atas turunnya tarif tersebut. Pasalnya, dengan turunnya tarif, otomatis upah yang diterima mereka menjadi ikut turun. Mereka pun menyebarkan aksi itu melalui Whatsapp.
Selain melalui tulisan, wacana tersebut kembali diungkapkan dengan pesan suara yang disebarkan secara luas pada Senin (2/11) lalu. Para supir Go-Jek meminta supir lainnya untuk mematikan telepon mereka mulai hari ini, Selasa (3/11).
"Rekan-rekan driver diminta partisipasi dan kekompakan, solidaritas demi kemajuan kita bersama," bunyi pesan itu. "Mulai besok kita matikan hp secara serentak. Kita merapat ke lapangan demi kepentingan bersama. Mari kita tunjukkan kekompakan kita. Kita ujung tombak, jangan ditombakin oleh PT. Gojek."
Salah seorang supir bernama Hasanudin Samparas mengaku tak setuju dengan aksi yang digalakkan rekan-rekannya ini. Meski begitu, ia khawatir jika tetap meneruskan untuk bekerja. "Makanya saya cuma bawa jaket doang sekarang dan nggak bawa helm Go-Jek kayak biasa," ucapnya.
(wk/)