Mark Zuckerberg mengungkapkan jika Facebook sejatinya tak pernah membeda-bedakan semua peristiwa.
- Tim WowKeren
- Senin, 16 November 2015 - 07:24 WIB
WowKeren - Facebook langsung bertindak cepat pasca penyerangan di Paris, Perancis, pada 13 November lalu. Mereka mengaktifkan sebuah fitur bernama Facebook Safety Check yang memungkinkan pengguna untuk mengecek keadaan teman atau kerabat di Paris.
Ternyata, keputusan Facebook mendapat kecaman dari berbagai pihak. Pasalnya, Facebook dituduh hanya peduli dengan teror Paris karena tak mengaktifkan fitur yang sama saat teror bom terjadi di Beirut, Lebanon.
Facebook pun langsung angkat bicara. "Kami memilih mengaktifkan Safety Check di Paris karena kami mengobservasi bahwa ada banyak aktivitas di Facebook bersamaan dengan kejadian itu," ujar Alex Szhultz selaku Vice President of Growth Facebook.
"Jadi, kami memutuskan untuk mencoba sesuatu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya, yaitu mengaktifkan Safety Check untuk sesuatu yang bukan bencana alam," tambah Alex. "Selalu ada yang pertama kali untuk hal baru, bahkan di saat yang kompleks dan sensitif, yang bagi kami itu adalah Paris."
Nantinya, fitur Safety Check diharapkan bisa selalu dipakai saat peristiwa-peristiwa genting terjadi. Aktivasi fitur di Paris ini dianggap sebagai evaluasi agar fitur yang sama bisa terus dikembangkan untuk dipakai ketika dibutuhkan.
"Kami ingin tool ini tersedia kapanpun dan dimanapun bisa membantu," seru Alex. "Kami akan belajar dari banyak respon peluncuran ini dan akan terus mengeksplorasi bagaimana kami bisa membantu untuk menunjukkan dukungan pada sesuatu yang mereka pedulikan melalui Facebook."
Mark Zuckerberg juga buka suara dan menganggap Facebook tak pernah membeda-bedakan. "Kalian benar, memang banyak konflik penting yang terjadi di dunia. Kami peduli dengan semua orang secara merata dan kami akan bekerja keras untuk para korban sebaik mungkin," ungkapnya.
(wk/)