Perubahan Pola Tidur Bisa Undang Diabetes dan Serangan Jantung
Dunia

Waktu tidur yang tidak sesuai dengan jam kerja biologis tubuh berhubungan dengan sejumlah masalah metabolik.

WowKeren - Pekerjaan yang sibuk di hari kerja sering membuat kita merasa berhak melakukan "balas dendam" di hari libur. Tapi tahukah Anda jika ternyata hal ini mungkin meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan juga serangan jantung?

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan jika pekerjaan dengan sistem shift memiliki peran dalam risiko sindrom metabolisme. Hal ini dikarenakan terjadinya gangguan terus menerus pada sistem jantung. Risiko pekerja shift lebih besar untuk mengalami sindrom metabolisme, serangan jantung dan diabetes tipe 2 dibanding pekerja biasa.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti melakukan penelitian terhadap 447 pria dan wanita dengan umur antara 30 hingga 54 tahun dan bekerja setidaknya 25 jam seminggu di luar rumah. Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa hampir 85 persen peserta tidur lebih lama ketika hari libur dibanding hari kerja.


Para peserta yang memiliki perbedaan waktu tidur paling besar antara hari libur dan hari kerja memiliki profil kolesterol yang jelek, level insulin puasa yang tinggi dan memiliki lebar pinggul yang lebih besar. Selain itu indeks massa tubuh mereka juga besar dan lebih resisten terhadap insulin dibanding yang lain.

Waktu tidur yang tidak sesuai dengan jam kerja biologis tubuh ini lah yang berhubungan dengan sejumlah masalah metabolik. Masalah metabolisme tubuh tersebut kemudian berhubungan dengan munculnya obesitas, diabetes dan penyakit kardiovaskuler.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!