Presiden Mali mengungkap korban tewas dalam serangan dan penyanderaan sejumlah 19 orang.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 21 November 2015 - 12:34 WIB
WowKeren - Hanya berselang satu minggu dari tragedi Paris, serangan dan penyanderaan kembali terjadi di negara lain. Kali ini, salah satu hotel mewah di Mali yang menjadi sasaran.
Meskipun penyanderaan telah berhasil dihentikan, namun sejumlah orang tewas dalam tragedi tersebut. Sebelumnya, sempat disebutkan jika korban tewas mencapai 27 orang.
Namun, pernyataan tersebut berbeda dengan yang disebutkan oleh Presiden Ibrahim Boubacar. Sang presiden mengungkap jika korban tewas berjumlah 19 orang, sementara 7 lainnya mengalami luka-luka.
Serangan pada Jumat (20/11) diduga dilakukan oleh jaringan Al-Qaeda. Berdasarkan saksi mata yang berada di lokasi kejadian, beberapa orang melepaskan tembakan sambil meneriakkan "Allahu Akbar".
Kelompok tersebut menyerbu hotel Radisson Blu dan menyandera sebanyak 170 orang. Tidak ada korban WNI yang dilaporkan dalam insiden ini.
(wk/)