Penyair Ashraf Fayadh Divonis Mati Gara-Gara Puisi, 200 Penulis Ajukan Petisi
Dunia

Ashraf Fayadh ditangkap sejak 2013 dan sempat dibebaskan bersyarat sebelum kembali masuk bui.

WowKeren - Ashraf Fayadh merupakan seorang penyair yang lahir di Arab Saudi. Meski begitu, Ashraf lebih dikenal sebagai seniman asal Palestina lewat karya-karya puisi berisi kritik sosial.

Namun, beberapa waktu lalu dunia kepenulisan justru diguncang kabar vonis hukuman mati yang diterima Ashraf. Pria yang aktif dalam berbagai organisasi seni itu dijatuhi hukuman mati oleh pemerintah Arab Saudi lantaran dituduh murtad atas puisi-puisi yang ditulisnya.

Mendengar kabar vonis mati itu, organisasi penulis dunia, PEN Internasional kompak menyampaikan dukungan terhadap rekan mereka tersebut. Sebanyak sekitar 200 penulis memprotes dengan mengeluarkan petisi menolak hukuman Ashraf.


"Kami penyair seluruh dunia terkejut bahwa pemerintah Arab Saudi telah menjatuhkan hukuman mati kepada penyair Palestina Ashraf Fayadh karena tuduhan murtad," demikian yang tertulis di dalam petisi. "Ini bukan kejahatan untuk menahan ide, juga bukan kejahatan untuk mengekspresikan pendapat secara damai."

"Setiap individu memiliki kebebasan untuk percaya atau tidak percaya. Kebebasan hati nurani adalah kebebasan manusia yang terpenting," imbuh para penulis di petisi tersebut. "Kami para penyair yang mendukung Fayadh mendesak pemerintah Saudi untuk berhenti menghukum individu lainnya dan menyerukan kebebasan tanpa syarat."

Sementara itu, Ashraf sendiri awalnya ditangkap kepolisian Arab Saudi setelah beradu argumen dengan penulis lain dalam sebuah diskusi pada Agustus 2013 lalu. Ia sempat dibebaskan bersyarat dan kembali ditangkap tanggal 1 Januari 2014, serta diambil identitasnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!