Penembakan Brutal di California, KJRI : Tak Ada WNI Jadi Korban
Dunia

Setidaknya 14 orang tewas dan 17 lainnya mengalami luka dalam penyerangan brutal ini.

WowKeren - Kabar duka tengah menyelimuti wilayah California, Amerika Serikat. Pasalnya, pada hari Rabu (2/12) tiga orang bertopeng melepaskan rentetan tembakan di San Benardino, California. Menurut laporan, para penembak itu kemudian melarikan diri menggunakan mobil SUV hitam setelah melakukan penembakan.

Setidaknya 14 orang dilaporkan tewas dan 17 lainnya luka-luka dalam penyerangan brutal ini. Dari jumlah tersebut, menurut laporan yang diterima Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu M Iqbal, tidak dilaporkan adanya WNI yang turut menjadi korban.

"Terkait peristiwa penembakan massal di San Bernadino tadi malam, KJRI Los Angeles memberikan info bahwa sejauh ini tidak ada korban WNI," ungkap Lalu seperti dikutip dari Detik.com. "Baik yang tewas maupun luka. Namun demikian, Konjen RI Bapak Umar Hadi dan timnya terus memantau perkembangan situasi."


Kejadian ini sendiri terjadi di sebuah fasilitas sosial Inland Regional Center. Fasilitas ini merupakan fasilitas nirlaba terbesar di seluruh California yang didanai oleh negara. Didirikan lebih dari 40 tahun lalu, fasilitas ini ditujukan untuk membantu mereka yang memiliki disabilitas.

Kepolisian setempat mengatakan belum mengetahui apa motif dari penyerangan yang terjadi hanya selang lima hari setelah penyerangan di Planned Parenthood, Colorado yang menewaskan tiga orang. Menurut laporan terakhir, seorang lelaki dan perempuan yang terlibat dalam penembakan tersebut telah tewas ditembak saat melarikan diri.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!