Istilah ini muncul setelah ada kasus dugaan pelanggaran perpanjangan kontrak JITC dengan HPH.
- Tim WowKeren
- Senin, 07 Desember 2015 - 14:54 WIB
WowKeren - Istilah "papa minta saham" tengah menjadi perbincangan hangat dalam beberapa pekan terakhir. Istilah ini muncul setelah kasus pencatutan nama presiden dan wakil presiden terkait perpanjangan kontrak Freeport oleh Setya Novanto.
Sebuah istilah baru pun kembali muncul dalam kasus dugaan pelanggaran perpanjangan kontrak lainnya. Kali ini ada dugaan pelanggaran Undang-Undang Pelayaran dalam perpanjangan kontrak Terminal Peti Kemas Jakarta (JITC) dengan Hutchison Port Holding (HPH) Hongkong. Istilah "papa mama jual pelabuhan" pun mulai mencuat dalam rapat Panitia Khusus Pelindo II pada Jumat (4/12) lalu.
Tak lama berselang, netter pun beramai-ramai menggunakan istilah ini untuk menyindir kasus tersebut. Bahkan, tagar #MamaPapaJualPelabuhan sempat menduduki puncak trending topik di Indonesia.

"Wahwah.. Kita pernah kehilangan pulau, freeport juga, satelit juga, sekarang pelabuhan Indonesia punya apa nanti? #MamaPapaJualPelabuhan," tulis seorang netter. "Wah wah semua kekayaan alam dijual ke asing buat negara sendiri hutang, bikin sengsara rakyat tau #MamaPapaJualPelabuhan," sahut lainnya.
(wk/)