Tiga reporter menganalisis poin yang membuat drama tvN itu mampu mencuri perhatian penonton padahal memakai setting jadul tanpa kehadiran gadget.
- Tim WowKeren
- Selasa, 08 Desember 2015 - 10:48 WIB
WowKeren - Penghujung 2015 dikejutkan dengan kesuksesan "Reply 1988" yang bisa melebihi dua seri pendahulunya yaitu versi 1997 dan 1994. Sempat dipandang skeptis karena memakai setting cerita kelewat jadul, "Reply 1988" malah memikat karena menawarkan cerita yang sudah jarang ada di era modern. Apa itu?
Reporter Ko Sung Hee, Lee Hye Mi dan Jung Jin Yeong membicarakan poin-poin yang membuat "Reply 1988" mampu memikat penonton malah karena memakai setting jadul. Ketiganya memberikan nilai 4 (maksimal 5) dengan menyoroti kedekatan antar tetangga di perumahan dalam "Reply 1988" yang membuat penonton bernostalgia. Ko Sung Hee menyebut keunggulan drama tvN itu pada hubungan keluarga, bertetangga dan cinta pertama.
"Drama ini membawa kenangan ketika antar tetangga bisa begitu akrab," puji Lee Hye Mi yang dibenarkan Jung Jin Yeong. "Di 2015 ini, kita tidak tahu siapa yang tinggal di sebelah rumah tapi apakah kita jadi lebih bahagia dibanding jaman 1988?"
"Reply 1988" membawa nostalgia ke kawasan Ssangmoon-dong di tahun 1988. Rating episode pertamanya hanya 6 persen namun 10 episode kemudian sudah menembus 13 persen yang terbilang luar biasa untuk TV kabel. Keuntungan yang didapat pun juga tinggi yaitu sekitar 500 juta Won.
Kesuksesan "Reply 1988" memang karena menampilkan kisah sebelum ada gadget canggih yang membuat orang-orang menjadi individualistis. "Di tahun 1988 belum ada gadget, jadi apa yang kami lakukan untuk menghabiskan waktu?" narasi di episode pertama itu menyadarkan bahwa berkumpul dan ngobrol dengan tetangga adalah hal menyenangkan. Kini "Reply 1998" kurang 10 episode lagi untuk tamat dan penonton sudah merana tak ingin berpisah dengan Dok Sun cs.
(wk/)