Presiden Joko Widodo mengungkap jika kemiskinan yang terjadi bisa membuat orang tertarik bergabung dengan teroris.
- Tim WowKeren
- Rabu, 16 Desember 2015 - 18:02 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo baru-baru ini mengikuti rapat pimpinan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta. Usai dari Mabes TNI tersebut, ia langsung menggelar rapat terbatas di Kantor Presiden untuk membahas soal radikalisme dan terorisme.
Dalam rapat tersebut, Jokowi menyebutkan jika pencegahan aksi terorisme tidak selalu dilakukan dengan cara keras. "Ada hal lain yang bisa dilakukan, tidak hanya hard approach tapi juga soft approach yang bisa kita kerjakan," ujarnya.
Menurutnya, pendekatan dari segi kebudayaan dan agama akan sangat membantu. Dengan langkah yang konsisten, tegas dan berkesinambungan permasalahan ini bisa diatasi dengan baik.
Tidak hanya itu, Jokowi juga menyebutkan jika kemiskinan bisa jadi faktor penyebab penyebaran terorisme di seluruh dunia. Apalagi mengingat banyak orang tertarik bergabung dengan teroris karena diiming-imingi harta.
"Kemiskinan, keterbelakangan, kesenjangan sosial, kalau diteruskan, berbahaya," ujar Jokowi. "Dan akan kemungkinan menjadi bahan bakar bagi tumbuhnya masalah sosial, termasuk radikalisme, ekstremisme dan yang lebih ke sana lagi, terorisme."
Jokowi menyebutkan jika kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin yang lebar bisa menciptakan suatu konflik. "Inilah sebuah gap yang sangat lebar. Harus kita dekatkan dengan anggaran maupun pendekatan di lapangan," ujarnya.
Lebih lanjut, sang presiden berharap TNI lebih berhati-hati menghadapi penyebaran ISIS di Tanah Air. Indonesia harus mengikuti jejak negara lain dan menjadikan penumpasan teroris sebagai prioritas.
(wk/)