Facebook merevisi kebijakan penggunaan nama asli setalah mendapat kecaman dari berbagai pihak.
- Tim WowKeren
- Rabu, 16 Desember 2015 - 19:43 WIB
WowKeren - Facebook merupakan salah satu media sosial dengan pengguna paling banyak di dunia. Namun, jejaring sosial ini mempunyai kebijakan yang mengharuskan setiap pengguna menggunakan nama asli mereka.
Akibatnya, Facebook sempat mendapat kecaman dari berbagai komunitas. Namun, baru-baru ini akhirnya Facebook merevisi ulang kebijakan tersebut.
Selasa (15/12), media sosial ini mengumkan jika mereka akan menguji coba fitur baru yang memungkinkan pengguna menggunakan nama palsu. Fitur ini dimaksudkan untuk membantu pengguna yang berada dalam situasi khusus seperti korban kekerasan, saksi suatu kejahatan hingga kasus orientasi seksual yang bisa menempatkan orang dalam situasi berbahaya.
"Kami berpegang teguh pada kebijakan ini, dan tidak mengubahnya," ujar Facebook. "Namun, setelah mendengar tanggapan dari komunitas kami, kami menyadari bahwa kebijakan ini juga harus menguntungkan semua orang, terkhusus bagi komunitas yang dimarjinalisasi atau menghadapi diskriminasi."
Fitur baru ini nantinya akan meminta semua pengguna yang melaporkan penggunaan nama palsu menambahkan sejumlah informasi baru. Dengan begitu, Facebook bisa menerima dan melindungi privasi mereka.
(wk/)