Para korban selamat ini terdeteksi oleh kamera inframerah yang digunakan oleh tim penyelamat.
- Tim WowKeren
- Rabu, 30 Desember 2015 - 16:07 WIB
WowKeren - Proses evakuasi korban longsor tambang gipsum yang terjadi di Provinsi Shandong pada Jumat (25/12) masih terus berlanjut. Tim penyelamat pun menggunakan bantuan kamera inframerah untuk mengintip ke dalam kegelapan di tambang yang rusak.
Mereka pun lantas menemukan 8 penambang yang masih hidup pada Rabu (30/12). Meski terjebak selama lima hari di sana, kamera inframerah mendeteksi para penambang tersebut melambaikan tangan mereka kepada tim penyelamat.
Menurut CCTV meski dalam keadaan kelaparan, kondisi kesehatan mereka masih baik. Para penambang tersebut juga menjelaskan jika mereka bertahan selama lima hari di bagian bawah tanah yang stabil setelah longsor terjadi.
Bencana yang terjadi tepat di Hari Natal ini sendiri setidaknya menyebabkan satu orang pekerja tewas, sementara 9 orang dilaporkan hilang dan 11 pekerja berhasil menyelamatkan diri. Dua hari setelah kejadian ini, pemilik tambang, Ma Congbo bunuh diri dengan melompat ke sumur dan tenggelam. Selain itu empat pejabat di Pingyi county, di mana tambang itu berada, juga dipecat.
Tambang di Tiongkok memang telah lama menjadi bencana paling mematikan di duni, tetapi peningkatan keamanan berhasil menurunkan kematian dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu, setidaknya 931 orang tewas dalam kecelakaan tambang di Tiongkok, turun drastis dari korban di tahun 2002 yang mencapai hampir 7 ribu orang.
(wk/)