Sebuah organisasi yang ditunjuk PBB menemukan penggunaan senyawa Sarin dalam konflik di Suriah.
- Tim WowKeren
- Selasa, 05 Januari 2016 - 16:28 WIB
WowKeren - Konflik berkepanjangan yang terjadi di Suriah membuat banyak warga tak berdosa menjadi korban. Publik Internasional juga tidak ketinggalan memberikan perhatian atas tragedi yang terjadi di negara tersebut.
Baru-baru ini, Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) yang ditunjuk oleh PBB untuk mengawasi Suriah merilis laporan yang mengejutkan. Mereka menemukan sejumlah warga diduga menjadi korban senjata kimia berbahan senyawa Sarin.
Senyawa ini sangat berbahaya karena dapat melumpuhkan syaraf hingga menyebabkan kematian. Organisasi tersebut menemukan bukti dalam penyelidikan pada 11 kasus setelah mendapat laporan dari pemerintah.
"Dalam satu contoh, analisis yang dilakukan pada beberapa sampel darah ditemukan sejumlah orang terpapar senyawa kimia Sarin atau sesuatu yang mengandung senyawa Sarin," bunyi laporan tersebut. "Penyelidikan lebih lanjut perlu dilakukan untuk menentukan kapan atau dalam situasi apa penggunaan senyawa kimia itu terjadi."
OPCW sebelumnya juga telah menemukan penggunaan klorin dan moster pada konflik yang terjadi di Suriah. Dewan Keamanan PBB rencananya akan mengadakan rapat untuk membahas penggunaan senyawa terlarang tersebut.
Pemerintah Assad dan pemberontak saling mencurigai satu sama lain terkait penggunaan senjata tersebut. Keduanya juga tidak ada yang mengaku bertanggung jawab dalam insiden itu.
Sementara itu, pada 2013 silam, pemerintah Assad setuju menghancurkan gudang senjata kimia milik mereka. Sejak itu senjata kimia sebenarnya telah berkurang hingga 99,6 persen.
(wk/)