Menteri Keuangan mengimbau pelaku pasar modal tak panik dengan melemahnya rupiah pasca teror bom Sarinah.
- Tim WowKeren
- Kamis, 14 Januari 2016 - 14:13 WIB
WowKeren - Aksi bom bunuh diri dan baku tembak di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) telah menewaskan 7 orang. Tak hanya menganggu ketenangan warga, teror ini juga berhasil membuat rupiah kembali terpuruk di indeks harga saham gabungan (IHSG).
Dilansir dari CNN, siang ini rupiah kembali melemah 0,63 persen ke level Rp 13.922 per dolar Amerika. Hal tersebut lantas membuat Menteri Keuangan, Bambang P.S. Brodjonegoro meminta para pelaku pasar modal dan investor tetap tenang dan tak panik.
"Ini sesuatu yang diluar kontrol pemerintah," ujar Bambang. "Namun kami upayakan supaya market tidak terlalu nervous setelah kejadian ini, penanganan keamanan dilakukan untuk menimbulkan kepercayaan."
"Ini pelemahan temporer, yang penting kita punya fundamental makro yang kuat untuk mengembalikan kondisi yang temporer itu kembali ke normal," lanjutnya. "Tapi kalau pemerintah bisa menangani ini dengan cepat. Mudah-mudahan market akan normal kembali, investasi jangka panjang tidak terpengaruh asalkan pemerintah bisa memulihkan situasi keamanan dengan cepat."
Sementara itu, Ekonom Senior Kenta Institute Eric Alexander Sugandi juga mengutarakan pendapat serupa terkait kondisi ekonomi Indonesia pasca teror tersebut. Melemahnya rupiah mungkin akan berlangsung selama satu sampai dua hari mendatang.
(wk/)