Sejumlah peritiwa dan aksi teror hampir selalu berdekatan dengan proses sidang yang dijalani Abu Bakar Ba'asyir.
- Tim WowKeren
- Rabu, 20 Januari 2016 - 07:34 WIB
WowKeren - Publik tentu sudah tidak asing lagi mendengar nama Abu Bakar Ba'asyir. Terpidana kasus terorisme yang dijatuhi hukuman penjara bertahun-tahun lalu itu baru-baru ini kembali menarik perhatian.
Pasalnya beberapa waktu lalu, hampir bersamaan dengan adanya aksi teror bom di Thamrin, Ba'asyir sedang dalam proses sidang peninjauan kembali (PK) atas vonisnya. Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim (TPM), Mahendradatta menjelaskan sejumlah teror di Indonesia kerap kebetulan dekat dengan "kemunculan" Ba'asyir tersebut.
"Dulu ketika Ba'asyir mengajukan praperadilan pertama, terjadi insiden bom di Kedutaan Besar Australia," kata Mahendradatta. "Sama halnya sewaktu Ba'asyir sidang di Kemayoran, terjadi ledakan bom di Hotel JW Marriot. Ini juga begitu, Ba'asyir mengajukan PK, ada bom."
Aksi teror tersebut dikhawatirkan akan dapat mempengaruhi proses sidang peninjauan kembali yang sedang dijalani Ba'asyir. Mahendradatta juga menjelaskan bahwa kliennya itu tidak ada hubungannya dengan aksi-aksi tersebut.
Sementara itu, Abu Bakar Ba'asyir telah dipolisikan sejak 1983 silam lantaran tuduhan penghasutan dan penolakan terhadap pancasila. Kini, ia tengah berjuang untuk dapat bebas dari tuduhan keterlibatannya dengan jaringan terorisme.
(wk/)