Label bujang lapuk dan perawan tua dari masyarakat membuat angka pernikahan dini di Bengkulu terbilang tinggi.
- Tim WowKeren
- Senin, 25 Januari 2016 - 09:52 WIB
WowKeren - Pertanyaan "Kapan kawin?" kerap kali menjadi momok menakutkan bagi sebagian pemuda-pemudi di Indonesia, khususnya di Bengkulu. Angka pernikahan dini yang cukup tinggi di sini dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya label dari masyarakat seperti bujang labuk dan perawan tua jika tak kunjung menikah.
Untuk kaum perempuan selain label perawan tua, dianggap sebagai beban keluarga pun di sematkan untuk mereka yang belum menikah. Oleh karena itu, banyak anak perempuan yang lantas menikah di usia dini tanpa pikir panjang.
Ingin menekan pernikahan dini tersebut akhirnya membuat Yulesti, ketua Harian Forum GenRe (Generasi Berencana) Provinsi Bengkulu dan kelompoknya menganggas sebuah kampanye "Stop Bertanya Kapan Kawin". "Nikah dininya tinggi, dan kekerasan juga tinggi di Bengkulu," ujar Yulesti seperti dilansir dari DetikHealth.
Kampanye tersebut menurut Yulesti mendapat tanggapan yang cukup beragam dari para remaja. Ada yang mendukung dan ada juga menolak karena menganggap pernikahan muda adalah hak asasi mereka. "Kalau sudah kebelet berhubungan seks, daripada haram dan berbuat dosa, mending nikah saja," kata Yulesti menyebut salah satu komentar miring dari para remaja.
(wk/)