Polisi masih menyelidiki secara pasti penyebab kematian dua bocah kakak-beradik di Pangkalpinang dan menunggu hasil otopsi.
- Tim WowKeren
- Kamis, 11 Februari 2016 - 18:21 WIB
WowKeren - Kabar kematian bocah kakak-beradik di Pangkalpinang, Bangka Belitung, yang meninggal dunia secara bersamaan menggemparkan warga setempat. Pasalnya, kematian Fauziah Dolifah (10) dan Fazril Ilham (5) pada Rabu (10/2/2016) ini terjadi secara mendadak.
Ketua RT setempat, Yusnaini, mengungkapkan sehari sebelum peristiwa tragis itu terjadi, kedua bocah tersebut terlihat sehat. Dugaan sementara keduanya meninggal dunia karena keracunan namun penyebab pasti kematian dua bocah ini masih diselidiki.
"Kemarin sehat-sehat saja. Saat sakit kakaknya dulu, Fauziah yang diantar ke RSUD Pangkalpinang," ujar Yusnaini pada Rabu (10/2/2016). "Dinyatakan medis meninggal satu jam sebelumnya saat dibawa kerumah sakit subuh tadi."
Anehnya, ketika Fauziah dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia, sang adik di rumah juga meregang nyawa. Tetangga menemukan Fazril telah membiru di dalam kamar. Peristiwa kematian yang tak wajar dan terjadi hampir bersamaan mengundang kecurigaan warga setempat.
"Saat itu kami antar kakaknya ke rumah sakit karena pingsan," tambahnya. "Namun saat kami pulang adiknya itu di dalam kamar, sementara tetangga beres-beres di depan rumah duka. Saat masuk ke kamar sudah membiru."
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Apalagi salah seorang tetangga mengaku mendengar suara percekcokan diantara orangtua kedua bocah tersebut sebelum peristiwa ini terjadi.
Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Raspandi mengaku curiga setelah melihat secara kasat mata terdapat lebam di bagian tubuh korban. Namun, untuk penyebab pasti kematian kedua bocah itu, polisi akan menunggu hasil otopsi dan terus menggali informasi dari para saksi. Proses otopsi dilakukan di RSUD Pangkalpinang pada Kamis (11/2/2016), melibatkan tim forensik dari Polda Sumsel untuk mengetahui penyebab kematian dari kedua bocah kakak-beradik itu.
"Menurut ibunya, Rohiatun (37), bahwa kedua anaknya mengalami muntah-muntah sekitar pukul 04:00 WIB, namun saat dibawa ke rumah sakit," ujar Kompol Raspandi. "Anaknya yang besar sudah meninggal dan saat pulang adiknya juga ikut meninggal dengan keadaan bibir membiru."
"Dari hasil pemeriksaan saksi nantinya, akan menjadi acuan otopsi Polda Provinsi Sumsel," tambahnya. "Tetapi memang secara kasat mata ada arah ke tindak pidana seperti adanya luka lebam di beberapa bagian tubuh korban, yaitu pergelangan tangan dan leher."
(wk/)