Walaupun menolak keras, Wali Kota Illiza akui di Kota Banda Aceh masih ada kelompok LGBT.
- Tim WowKeren
- Selasa, 23 Februari 2016 - 17:11 WIB
WowKeren - Di Indonesia kasus Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) belakangan ini semakin marak. Namun, penolakan terhadap kaum LGBT juga semakin lantang disuarakan.
Penolakan juga diserukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh terhadap keberadaan LGBT di wilayahnya. Pasalnya perilaku mereka dinilai bertentangan dengan norma agama, sosial, budaya dan adat setempat.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal menyampaikan tanggapannya terhadap LGBT. Menurutnya, LGBT merupakan penyakit penyimpangan seksual yang meresahkan dan harus dicegah penularannya di masyarakat.
"Kita menolak LGBT," seru Illiza ditemui di SMK Negeri Banda Aceh, Selasa (23/2). "Penyakit ini sesuatu yang kita benci, perbuatan mereka. Tapi kita masih menghargai manusia. Tentu ini harus kita perangi."
Aceh memang berstatus daerah syariat Islam, namun menurut Illiza masih ada kaum LGBT yang didominasi kalangan mahasiswa. "Didominasi oleh mahasiswa, tapi mencari keberadaan mereka ini bukan hal mudah. Karena tidak bisa kita langsung menuding seseorang tanpa bukti," ungkap Illiza.
Untuk mencegah LBGT semakin meluas, Pemkot Banda Aceh dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan. Illiza juga berharap masyarakat dan para orangtua berperan dalam mengantisipasi berkembangnya perilaku LGBT.
(wk/)