Kombes Khrisna Murti menjelaskan kebohongan pelaku pembunuhan balita terungkap berdasarkan hasil otopsi.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 27 Februari 2016 - 17:54 WIB
WowKeren - Pelaku pembunuhan balita berusia 2 tahun, Riyanti (27), memang telah mengakui perbuatannya. Namun, awalnya Riyanti rupanya sempat berbohong.
Ketika korban, Marvel (2), meninggal dunia Riyanti mengaku pada kekasihnya, Ray, bahwa penyebab kematian balita tersebut adalah terjatuh dari tempat tidur. Saat itu Ray, yang merupakan ayah Marvel langsung membawa putranya ke Rumah Sakit Eka Hospital, Serpong, Tangerang Selatan. Setelah sempat dirawat selama 6 hari nyawa korban kemudian tak bisa ditolong lagi.
"Tanggal 1 Februari 2016 korban mengalami luka di kepala dan kejang-kejang, langsung dibawa ke RS," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Khrisna Murti pada Sabtu (27/2/2016). "Setelah dirawat di RS selama enam hari, korban tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia."
Kebohongan Riyanti ini akhirnya terungkap setelah polisi melakukan otopsi terhadap jasad Marvel. Polisi melakukan otopsi setelah membongkar kuburan Marvel. Ray memang memutuskan untuk melaporkan kasus kematian putranya ini ke Polda Metro Jaya pada Selasa (16/2/2016) karena merasa menemukan sejumlah kejanggalan.
"Dari hasil otopsi ditemukan bahwa luka-luka yang terdapat pada korban bukan karena terjatuh dari tempat tidur," ungkap Kombes Khrisna Murti. "Luka tersebut karena adanya pukulan menggunakan benda tumpul."
Saat ini Riyanti telah diamankan oleh polisi. Karena perbuatannya ini, Riyanti dapat dijerat dengan sejumlah pasal dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara.
(wk/)