Publik mempertanyakan bagaimana Brigadir Petrus bisa lolos menjadi anggota kepolisian jika mengalami gangguan jiwa.
- Tim WowKeren
- Senin, 29 Februari 2016 - 14:32 WIB
WowKeren - Baru-baru ini publik dihebohkan kasus pembunuhan yang dilakukan Brigadir Petrus. Anggota kepolisian Melawai tersebut tega memutilasi dua anaknya Febian (5) dan Amora (3).
Baru-baru ini sempat disebutkan jika Brigadir Petrus telah mengalami kelainan sejak kecil dan kerap mendengar bisikan-bisikan. Mendengar kabar tersebut tentu saja membuat publik bertanya-tanya, bagaimana Brigadir Petrus bisa menjadi polisi. Bahkan di media sosial banyak netter yang menyebutkan jika kepolisian kecolongan meloloskan pria itu.
"Masuk polisi bukannya ada tes kejiwaannya ya, kok bisa lolos begitu aja," ujar salah satu netter. "Kalo polisinya aja kaya gitu, gimana masyarakat bisa merasa aman."
Kelainan yang diduga dialami oleh Brigadir Petrus tersebut juga membuat Kepolisian mengalami kesusahan selama pemeriksaan. Keterangan yang ia buat seringkali berubah-ubah.
Bahkan, pada para rekonstruksi yang digelar Minggu (28/2), Brigadir Petrus tidak hadir. Sebanyak 27 adegan diperagakan sejumlah saksi di tempat kejadian perkara.
"Tersangka sampai sekarang masih labil. Kami perlu tes observasi, kira-kira klasifikasi kejiwaan seperti apa," ujar Kapolres Melawi AKBP Cornelis . "Ini psikiater-lah yang lebih tahu."
(wk/)