Pihak BMKG memberikan penjelasan terkait gempa bumi Mentawai yang tidak berpotensi tsunami.
- Tim WowKeren
- Kamis, 03 Maret 2016 - 09:54 WIB
WowKeren - Rabu (2/3), gempa berkekuatan 7,8 skala richter mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Guncangan yang terjadi pada pukul 19:49 WIB itu sontak membuat warga langsung panik dan berhamburan keluar.
Meski cukup dahsyat, pihak BMKG menilai jika gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan jika guncangan tersebut hanya gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar mendatar.
Guncangan tersebut juga hanya mencapai skala intensitas II-III skala Mercalli Modify Intensity (MMI). Dari hasil analisis yang dilakukan BMKG nilai parameter sesar gempa memiliki nilai strike 5 derajat dan dip 84 derajat. Parameter tersebut menunjukkan jika gempa tersebut memang disebabkan oleh sesar sehingga tidak berpotensi tsunami.
"Ini berarti bahwa gempa bumi yang terjadi dibangkitkan oleh sebuah aktivitas sesar mendatar dengan arah jurus sesar yang berarah utara-selatan," ujar Daryono. "Patut disyukuri bahwa peristiwa gempa bumi kuat ini dibangkitkan oleh sesar dengan arah pergerakan mendatar, sehingga tidak memicu terjadinya tsunami."
Mereka juga memastikan dengan memonitor pasang surut air laut di pantai barat Sumatera. Dari hasil pantauan diketahui jika tsunami memang tidak terjadi.
Sementara itu, BMKG telah menarik peringatan dini tsunami pada pukul 22:32 WIB. Hingga Kamis pukul 03:00 WIB, tercatat ada enam kali gempa susulan yang skalanya semakin mengecil.
(wk/)