Ketua Dewan Pendidikan Sumsel meminta pihak terkait untuk meninjau ulang isi buku Pendidikan Agama ini.
- Tim WowKeren
- Senin, 07 Maret 2016 - 12:23 WIB
WowKeren - Dunia pendidikan Indonesia dihebohkan dengan buku Pendidikan Agama yang memperbolehkan waria menjadi imam sholat. Khawatir disalahartikan oleh para siswa, pengamat pendidikan meminta buku ini segera ditarik.
Buku paket siswa kelas II Madrasah Ibtidaiyah (tingkat SD) di Palembang baru-baru ini berisi hal yang mengejutkan. Buku ini memperbolehkan waria menjadi imam sholat.
Hal ini pertama kali diketahui oleh seorang wali murid yang kemudian mengunggah foto buku tersebut ke Facebook. Menyikapi hal ini, pengamat pendidikan sekaligus Ketua Dewan Pendidikan Sumatera Selatan, Prof Sirozi mengungkapkan pendapatnya.
Dilansir dari Okezone, Senin (7/3), Sirozi mengungkap bahwa hal semacam ini seharusnya tidak terjadi. "Itu saja sudah cukup. Karena apabila bersifat kontroversial janganlah menjadi buku paket anak SD," jelas Prof Sirozi. "Pemahaman mereka juga tak sampai. Seperti sekarang LGBT itu juga sangat kontroversial, anak kecil takutnya salah mengartikan."
Sebelum memberikan dampak yang luas, Prof Sirozi meminta Kementrian Pendidikan dan Kementerian Agama meninjau ulang isi buku paket tersebut. Bahkan jika perlu, Sirozi juga meminta buku tersebut segera ditarik.
"Dinas Pendidikan segera melakukan verifikasi dan meninjau (ulang) buku tersebut," imbuh Prof Sirozi. "Kalau benar ada kesalahan tentunya mereka (harus) menarik semua buku itu."
(wk/)