Seorang guru hononer menulis surat untuk Presiden Jokowi usai ditahan karena mengancam Menteri Yuddy.
- Tim WowKeren
- Kamis, 10 Maret 2016 - 13:48 WIB
WowKeren - Baru-baru ini seorang guru honorer di Brebes, Jawa Tengah ditangkap oleh pihak Kepolisian. Guru pria bernama Mashudi itu ditahan dengan tuduhan mengancam dan mengirimkan SMS teror ke Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia, Yuddy Chrisnandi.
Menteri Yuddy mengungkap jika dirinya menerima ancaman tersebut sejak Desember 2015 hingga Februari 2016. Tidak hanya mengancam, pesan tersebut juga berisikan hinaan dengan kata-kata yang sangat kasar.
Berada dalam tahanan sejak Kamis (3/3) lalu, Mashudi sempat menuliskan curahan hatinya kepada Presiden Joko Widodo. Surat yang terdiri dari tiga lembar itu diunggah melalui Facebook oleh akun Kahas S Cahyono.

Dalam surat tersebut, Mashudi menuliskan beberapa harapannya. Salah satunya seperti permintaannya agar bisa segera dibebaskan agar tidak membuat keluarganya sengsara.
Tak ayal, postingan tersebut langsung menuai reaksi dari netter. Meski banyak yang mengecam Mashudi karena mengirimkan sms demikian, tidak sedikit yang bersimpati.
"SMSnya seram...pakai mengancam keselamatan keluarga yg saya bingung, kenapa guru bisa nulis SMS sekasar itu ya? Apa alasan dia nulis SMS spt itu?," tulis salah satu netter. "Kasihan...bantu doa kawan agar di mudahkan urusan kawan kita sang guru honorer yg setia mengabdi..," imbuh yang lain.
Dari keterangan di postingan tersebut diketahui jika Mashudi menuliskan surat tersebut di penjara. Sementara itu, guru honorer di sebuah sekolah SMAN di Brebes itu kabarnya mengancam menteri Yuddy karena tidak segera diangkat menjadi guru tetap.
(wk/)