Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, mengaku telah membayar pajak dan berkomitmen untuk menaati semua peraturan.
- Tim WowKeren
- Senin, 14 Maret 2016 - 21:58 WIB
WowKeren - Keberadaan Uber dan GrabCar di Jakarta mendapat protes dari para sopir taksi dan angkutan umum. Mereka menggelar demo di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/3/2016).
Menanggapi protes tersebut, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata ikut memberikan tanggapannya. Ridzki menuturkan bahwa pihaknya telah membayar pajak dan selalu berusaha menaati peraturan.
"Kami sudah terdaftar sebagai pembayar pajak," ujar Ridzki. "Kami menghargai dan berkomitmen untuk menaati semua peraturan dan ketentuan lokal yang berlaku."
Menurutnya kehadiran GrabCar juga memiliki banyak kelebihan. Salah satunya adalah memberikan lebih banyak lapangan kerja di Jakarta.
"Kehadiran Grab turut membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan kehidupan para mitra pengemudi," tambahnya. "Teknologi kami memungkinkan para mitra mendapatkan penghasilan lebih baik."
Sementara itu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dikabarkan telah mengirim surat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika untuk memblokir aplikasi Uber dan Grab Car. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo, Ismail Cawidu mengaku akan mengkaji lebih dalam terkait surat tersebut. "Hasil rapat panel akan memberikan rekomendasi kepada Menteri terkait permohonan dari Menhub," ujar Ismail.
(wk/)