Petugas sempat melepaskan tembakan peringatan saat proses penangkapan Bupati Ogan Ilir.
- Tim WowKeren
- Selasa, 15 Maret 2016 - 09:20 WIB
WowKeren - Kasus penangkapan Bupati Ogan Ilir karena terlibat kasus narkoba tengah menjadi sorotan. Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi ditangkap di rumahnya bersama beberapa orang lainnya saat tengah berpesta obat-obatan terlarang itu.
Saat digerebek, pria yang sering dipanggil Nofi itu sedang dalam kondisi nge-fly akibat pengaruh narkoba. Dilansir dari Detik, Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengungkap jika sempat terjadi perlawanan saat proses penangkapan.
Buwas menuturkan, Minggu (13/3), dua Tim Dakjar BNN menangkap Icn alias Fa, penyuplai narkoba untuk bupati Nofi. Kemudian pada pukul 16:00 WIB, petugas dari BNN mendatangi rumah orang tua Nofi di Jalan Musyawarah III, Kelurahan Karang Anyar, Gandus, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Petugas keamanan setempat menghalangi tim dari BNN dan membuat mereka tertahan selama dua jam di pintu gerbang hingga pukul 18:00 WIB. Namun, akhirnya pada 18:30 WIB tim berhasil masuk setelah nekat mendobrak pagar. Saat itu keempat pelaku sempat berusaha melarikan diri hingga membuat petugas melepaskan tembakan peringatan.
Seluruh penghuni rumah, termasuk wakil bupati dan anggota DPRD yang saat itu berada di lokasi melakukan tes urin pukul 19:00 WIB. Pada 20:00 WIB terungkap hanya empat orang yang positif menggunakan narkoba yaitu Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadin, Mu (29) tangan kanan bupati, Da (31) PNS Ogan Ilir dan Ju (38) sekuriti.
Pukul 23:00 WIB, penyisiran selesai dilakukan namun tidak ditemukan bukti apa-apa. Lebih lanjut, Buwas mengungkap jika kasus tersebut telah ditangani BNN pusat. Ia juga menekankan jika Bupati Nofi bukanlah korban, sehingga tidak perlu rehabilitasi.
(wk/)