Pihak orangtua berencana melaporkan bidan yang membantu persalinan dengan dugaan malpraktik.
- Tim WowKeren
- Jumat, 18 Maret 2016 - 12:27 WIB
WowKeren - Kelahiran buah hati merupakan momen yang paling membahagiakan bagi orangtua. Namun, hal itu tampaknya menjadi tragedi yang tak akan bisa dilupakan oleh Irwansyah (35) dan istrinya Rusmiati (34).
Baru-baru ini, Rusmiati menjalani persalinan anak keduanya di Praktek Bidan Indayanti yang berada di Jalan KH Azhari Kelurahan 13 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Palembang. Namun, ia harus menahan duka saat mengetahui jika bayi yang dilahirkanya telah meninggal dunia.
Parahnya lagi, bayi yang telah diberi nama Muhammad Riski itu harus telahir dengan kondisi leher yang patah, sekujur tubuh terluka dan tali pusar telah lepas. Melihat kondisi putranya yang seperti itu, sang ayah menduga Bidan Indayanti telah melakukan malpraktik. Ia pun berencana melapor ke pihak berwajib.
"Waktu dengar lahir sungsang. Istri saya sudah minta operasi caesar saja," ujar Irwansyah dilansir dari Viva. "Tetapi bidannya ngomong tidak usah, bisa dilahirkan normal."
Menurut penuturan bidan, bayi tersebut telah meninggal sekitar 3 hari, namun hal itu dibantah oleh Irwansyah. "Logikanya, kalau memang meninggal tiga hari dalam kandungan, kenapa baru hari ini perut istri saya sakit. Kandungannya pun sudah pas sembilan bulan," ungkapnya.
Sementara itu, Bidan Indayanti membantah tuduhan tersebut. Ia mengaku telah berpatokan pada KIA. Bidan tersebut menjelaskan jika bayi dilahirkan pantatnya terlebih dahulu.
"Bayi, kalau meninggal dalam kandungan, tulangnya lunak. Bahkan bisa dilipat," ujar Indayanti. "Jadi yang salah itu, data dari KIA puskesmas yang menyatakan bayi kondisi sehat. Tapi nyatanya meninggal. Memang kedua orang tua bayi tidak pernah cek ke sini waktu mengandung."
(wk/)