Pemprov DKI Jakarta melakukan sejumlah tindakan tegas untuk mencegah penyebaran virus flu burung.
- Tim WowKeren
- Senin, 21 Maret 2016 - 23:47 WIB
WowKeren - Puluhan unggas dilaporkan mati mendadak di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Menurut tes laboratorium, sekitar 20 unggas yang mati tersebut disebabkan oleh virus H5N1 atau flu burung.
Pemprov DKI Jakarta pun langsung bertindak cepat terkait hal ini. Kepala Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta Darjamuni langsung berusaha mencegah virus ini agar tak semakin menyebar. Pihaknya melakukan sejumlah langkah untuk menangani penyebaran virus flu burung di Jakarta seperti depopulisasi, sweeping, bio-security dan lain-lain.
"Kami akan melakukan sweeping dan penertiban-penertiban penampungan unggas yang ada di Jakarta," ujar Darjamuni pada Senin (21/3/2016). "Kita akan bekerja sama, melakukan sweeping terhadap masyarakat yang masih memelihara unggas di permukiman. Kita bersihkan."
Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama juga akan memantau penanganan virus flu burung di Jakarta. Gubernur yang akrab disapa Ahok itu akan meningkatkan pengawasan terhadap warga yang memelihara unggas di kawasan pemukiman.
"Satpol PP di kecamatan agar dicek di wilayah, sanksinya jelas agar langsung ditertibkan tanpa ganti rugi sesuai peraturan," tegas Ahok. "Lokasi rumah pemotongan hewan (RPH) khususnya unggas juga dilakukan pembatasan, untuk mempermudah pengawasan dan menghindarkan adanya penyebaran kasus."
Berbagai langkah tegas ini diambil oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mencegah agar virus flu burung tak semakin menyebar di Jakarta. Apalagi sudah ada unggas-unggas yang mati dan positif terkena flu burung.
(wk/)