Sebanyak 10 warga Indonesia disandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf.
- Tim WowKeren
- Selasa, 29 Maret 2016 - 16:31 WIB
WowKeren - Kelompok militan Abu Sayyaf telah membajak kapal Brahma 12 milik Indonesia. Kapal yang mengangkut 10 WNI tersebut dibajak saat melintasi perairan Filipina.
Diketahui kalau pelaku pembajakan meminta uang tebusan sebesar hampir Rp 15 Miliar untuk membebaskan para WNI. Kejadian ini pun langsung ditangani oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang berkoordinasi dengan Polri dan TNI untuk melakukan pembebasan terhadap para korban.
Namun hingga berita ini ditulis, diketahui kalau Polri dan TNI masih menunggu kebijakan pemerintah. Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Irjen Pol. Anton Charliyan, mengungkap kalau belum ada keputusan terkait pembebasan para WNI itu.
"Jadi, kami masih koordinasi dengan pihak terkait, kemudian secara diplomatik, Interpol sedang koordinasi," ungkap Anton. "Tetapi, saya belum tahu kebijakan pemerintah bagaimana jadinya."
Anton juga menambahkan kalau pihaknya siap untuk menurunkan bantuan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Ia juga siap untuk menurunkan Tim Densus (Datasemen Khusus) maupun Brimob (Brigadir Mobil).
(wk/)