Tak ada raut penyesalan di wajah Saif El Din Mustafa, pelaku pembajakan pesawat EgyptAir Selasa (29/3) lalu.
- Tim WowKeren
- Kamis, 31 Maret 2016 - 12:44 WIB
WowKeren - Rasa rindu yang mendalam pada mantan istrinya telah membuat Saif El Din Mustafa (59) nekat. Ia membajak pesawat EgyptAir yang awalnya dari Kota Alexandria ke Kairo jadi dipaksa mendarat di Siprus untuk bertemu sang mantan, Selasa (29/3) pagi.
Dilansir dari Independent, Rabu (30/3), Saif pun langsung diadili oleh Pengadilan Siprus di Larnaca. Ia ditahan hingga 8 hari ke depan dengan dugaan pidana pembajakan, penculikan, mengancam dengan kekerasan, dakwaan terkait terorisme dan kepemilikan bahan peledak.
Uniknya, setelah sidang Saif sama sekali tak menunjukkan raut wajah penyesalan. Ia malah berpose v sign dengan pada sederet awak media yang telah menunggunya. Menurut media luar, tanda v diartikan sebagai victory atau kemenangan.
Kepolisian Siprus juga merilis pernyataan resmi pengakuan Saif. Seperti dugaan awal, Saif memang mengaku membajak pesawat karena tak kuat menahan rasa rindu untuk bertemu dengan keluarganya, yaitu mantan istri serta anak-anaknya di Siprus.
"Ketika seseorang tak bisa menemui keluarganya selama 24 tahun dan ingin menemui istri serta anak-anaknya, dan pemerintah Mesir tidak mengizinkannya, apa yang seharusnya dia lakukan?" ujar Saif. Kasus Saif ini pun sempat menjadi guyonan Presiden Siprus yang menganggap semua masalah berasal dari wanita.
(wk/)