Seorang WNI yang disandera kelompok teroris Abu Sayyaf di perairan Filipina sempat meng-update status Facebooknya.
- Tim WowKeren
- Kamis, 31 Maret 2016 - 13:25 WIB
WowKeren - Sebanyak 10 WNI saat ini tengah berada di dalam penyanderaan kelompok teroris Abu Sayyaf. Rinaldi alias Ady Rimba yang merupakan salah satu korban ternyata sempat membuat status Facebook sebelum disandera di perairan Filipina.
Pihak keluarga sebelumnya telah mengkonfirmasi jika akun tersebut memang milik Aldy. Aldy selama ini memang sering meng-update status Facebooknya saat berada di daerah atau dalam kondisi tertentu ketika berlayar.
Aldy pun menulis status pada 15 Maret lalu ketika dalam perjalanan ke Filipina. "Ya allah,hanya kpadmu hamba meminta pertolongn,slmatkan kmi dalam perjalanan..amin.. Bismillah..Otw Philipines," tulisnya. Beberapa temannya juga ikut mendoakan.
Selang 8 hari, Aldy kembali membuat status bahwa ia ingin bersekolah. Ia lalu melanjutkan menulis status ketika mendekati perairan Malaysia. Di status terakhirnya ia menulis ponselnya tak bisa lagi dihubungi. "Hari terakhir aktif no hp," bunyi statusnya.
Hingga saat ini belum diketahui kondisi terakhir dari kesepuluh WNI yang disandera. Kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan Rp 15 miliar dengan batas akhir 8 April depan. Namun, pihak militer Filipina sedang dalam usaha untuk menyelamatkan mereka.
Berikut daftar nama korban penyanderaan Abu Sayyaf:
- Peter Tonsen Barahama. Domisili Batu Aji, Batam.
- Julian Philip. Domisili Tondang Utara, Minahasa.
- Elvian Alvis Repi. Domisili Priok Jakarta Utara.
- Mahmud. Domisili Banjarmasin Kalimantan Selatan.
- Surian Syah. Domisili Kendari Sulawesi Tenggara.
- Surianto. Domisili Gilireng Wajo Sulawesi Selatan.
- Wawan Saputra. Domisili Malili Palopo.
- Bayu Oktavianto. Domisili Delanggu Klaten.
- Rinaldi. Domisili Makassar.
- Wendi Raknadian. Domisili Padang Sumatera Barat.