Dalam dokumen Panama Papers, Sheng Yue International Limited yang diduga perusahaan milik Harry Azhar Aziz didirikan di wilayah bebas pajak.
- Tim WowKeren
- Rabu, 13 April 2016 - 09:33 WIB
WowKeren - Heboh bocornya dokumen Panama Papers milik lembaga firma Mossack Fonseca terus berlanjut. Bukan hanya publik figur dunia, nama petinggi dalam negeri juga ada yang masuk dalam Panama Papers. Salah satunya adalah Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Harry Azhar Azis.
Baru-baru ini diungkap bahwa Sheng Yue International Limited yang diduga perusahaan milik Harry Azhar Aziz ternyata didirikan di wilayah yang bebas pajak. Hal itu tertulis dalam dokumen Panama Papers dan bertujuan untuk menghindari pembayaran pajak kepada negara.
Akibat tersangkutnya nama Harry dalam Panama Papers, Ketua BPK ini diminta untuk mengundurkan diri. Hal ini diungkapkan oleh salah satu anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat RI, Eva Kusuma Sundari.
Menurut Eva, Harry seharusnya menanamkan modal dan pajaknya ke dalam negeri. Bukan malah membangun perusahaan di luar negeri demi menyembunyikan kekayaan dan menghindari pajak. Eva menambahkan bahwa ini melanggar etik.
"Jelas pelanggaran etik," buka Eva seperti dilansir dari laman Tempo, Rabu (13/4). "Kalau Pak Harry mempelopori (mengundurkan diri) maka akan jadi contoh yang baik. Kami butuh role model yang bertanggung jawab."
Selain Harry, beberapa nama petinggi negara juga diduga tersangkut kasus Panama Papers. Di antaranya adalah anggota DPR fraksi Partai Golkar Airlangga Hartanto dan anggota DPR dari fraksi Partai Nasdem, Jhonny G.
(wk/)