Mantan bos Rio di GP2, Adrian Campos, membela Rio dan membantah anggapan sejumlah pihak yang mengatainya pebalap bayaran.
- Tim WowKeren
- Rabu, 13 April 2016 - 15:14 WIB
WowKeren - Sejak debut pertamanya di F1 GP Australia, Rio Haryanto belum menunjukkan prestasi yang mencengangkan. Di Melbourne Rio tak bisa menyelesaikan balapannya sampai finish. Sementara di F1 Bahrain pebalap asal Solo ini hanya mampu finish di urutan terakhir, yakni pada posisi ke-17.
Sepak terjang Rio di F1 ini cukup berbeda dengan rekan timnya di Manor, Pascal Wehrlein. Karena itulah banyak yang membanding-bandingkannya dengan Pascal. Bahkan ada sejumlah pihak yang meragukan kemampuannya dan menilai Rio bisa tembus F1 hanya karena mampu membayar uang.
Anggapan itu pun membuat mantan pebalap F1 Adrian Campos berang. Adrian yang merupakan mantan bos Rio di GP2 langsung membela pebalap berusia 23 tahun itu. Menurutnya Rio juga mempunyai kemampuan balapan yang handal.
Adrian menjelaskan bagaimana Rio mampu mengalahkan Stoffel Vandoorne, salah satu unggulan di GP2. Bahkan, Rio juga mampu menduduki peringkat ke-4 dalam hasil keseluruhan GP2 pada 2015.
"Rio itu pria yang memiliki nyali melawan Vandoorne dan mampu mengalahkannya 2 kali," ujar Adrian. "Padahal Vandoorne itu unggulan. Semua orang di dunia ini tahu bagaimana pebalap asal Belgia sulit untuk dikalahkan. Tapi Rio satu-satunya yang mengalahkannya dalam duel balapan satu lawan satu."
Adrian kemudian menegaskan bahwa Rio bukanlah pebalap bayaran seperti anggapan sejumlah pihak. "Rio memang masuk dengan bantuan sponsor, tapi dia bukan pebalap bayaran. Mungkin Pastor Maldonado iya, tapi Rio tidak," tegas Adrian.
(wk/)