Tak Ingin Kasus Yuyun Terulang, Pemerintah Tegaskan Peran Orangtua
Nasional

Selain menyusun regulasi baru, pemerintah juga meminta para orangtua untuk aktif dalam pembentukan karakter anak.

WowKeren - Berbagai kasus pelecehan seksual seperti kasus Yuyun dan Mistianah belum lama ini, menjadi dorongan bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan sistem hukum. Tak hanya pemerintah, peran orangtua pun sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Pemerintah saat ini memang tengah menyusun regulasi baru untuk memperberat hukuman bagi pelaku tindak kejahatan asusila. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani juga meminta orang tua berperan aktif dalam pembentukan karakter anak.

"Tetap diperlukan keberadaan orangtua untuk bisa memberikan atau membimbing anak-anaknya," ungkap Puan usai menggelar rapat tertutup bersama sejumlah menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Selasa (10/5). "Bukan hanya dalam segi pendidikan, tapi juga moral akhlak dan agama agar mereka paham mana yang baik dan mana yang tidak."


Jika seorang anak sudah memiliki kepribadian yang baik, seharusnya kekerasan seksual yang melibatkan anak di bawah umur bisa ditekan. Puan juga meminta orangtua untuk menjelaskan pada anak bahwa manusia adalah makhluk sosial.

Pertumbuhan seksual harus dibicarakan dengan baik seperti ketika remaja perempuan mulai menstruasi dan laki-laki saat mengalami mimpi basah. Orangtua juga harus lebih fokus pada persoalan biologis dan ekspresi seksual seperti saat anak mulai tertarik pada lawan jenisnya.

"Kebanyakan orangtua melarang anaknya pacaran," imbuhnya. "Seharusnya bukan melarang, melainkan menerangkan konsekuensi dari pacaran. Semua harus dibicarakan."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!