Para orangtua siswa mengaku tak mengetahui soal pergaulan anaknya dengan aliran punk.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 14 Mei 2016 - 09:12 WIB
WowKeren - Para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia baru saja melaksanakan Ujian Nasional (UN) pada 9 hingga 12 Mei lalu. Tapi rupanya ada cerita miris dibalik UN SMP di Kabupaten Malang.
Sebanyak 147 siswa SMP di Kabupaten Malang lebih memilih kabur dan tak mengikuti UN tahun ini. Anehnya, ada siswa yang kabur lantaran demi bisa berkumpul dengan aliran punk yang diikuti.
"Ada siswa yang masuk dalam pergaulan punk. Dia tak mau sekolah dan memilih nongkrong bersama komunitasnya di perempatan Kepanjen," jelas Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Puji Hariawati seperti dilansir dari laman Tribunnews. Tak ayal, ada siswa yang drop out (DO) lantaran kasus ini.
Yang lebih miris lagi, orangtua para siswa diklaim tak mengetahui pergaulan anak mereka. "Orangtua hanya bilang, anaknya bergaul dengan anak-anak kumuh berpakaian hitam. Setelah kami lacak, dia bergabung dengan komunitas punk," imbuh Puji.
Sampai sekarang Dinas Pendidikan masih terus mencari siswa yang terlibat pergaulan ini. Puji mengakui jika siswa yang memilih mundur adalah mereka yang memiliki motivasi rendah dan berada dalam keluarga yang belum sadar pentingnya pendidikan.
Prihatin dengan hal ini, Puji dan pihak Dinas Pendidikan masih terus merangkul para siswa itu. "Kami sampaikan pada keluarga, kapanpun siswa ingin meneruskan sekolahnya bilang saja pada kami. Kami akan memberikan fasilitias sampai mereka lulus," pungkas Puji.
(wk/)