Akibat kelalaian sang sopir, 48 penumpang asal Singapura sempat melewatkan pemeriksaan imigrasi dan kepabeanan.
- Tim WowKeren
- Kamis, 19 Mei 2016 - 10:55 WIB
WowKeren - Kasus penumpang salah masuk terminal di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali rupanya makin berbuntut panjang. Yang terbaru, sopir bus APB (Apron Peripheral Bus) AirAsia dinonaktifkan.
Sopir APB berinisial EL menurunkan 48 penumpang penerbangan AirAsia QZ509 dari Singapura di terminal kedatangan domestik. Akibat kelalaiannya ini, prosedur pemeriksaan imigrasi dan kepabeanan yang diwajibkan bagi penumpang sempat terlewatkan.
"Sopir berinisial EL saat ini sudah dinonaktifkan sambil menunggu proses investigasi kasus ini," ujar Garry Stefiano selaku Station Head AirAisa Denpansar dilansir dari Tribunnews. "Sesegara mungkin akan diketahui hasil investigasinya."
Sementara itu, Kementrian Perhubungan sudah memberikan sanksi berupa pembekuan izin layanan penumpang dan bagasi (ground handling) selama 5 hari untuk AirAsia. Pembekuan layanan ground handling ini berlaku di Bandara Internasional Ngurah Rai mulai 18 Mei hingga 22 Mei.
Meski demikian, sanksi ini diakui tidak akan mengganggu pelayanan maskapai AirAsia. Pihak AirAsia menjelaskan jika manajemen maskapai tetap memprioritaskan servis penumpang.
(wk/)