Film "Untuk Angeline" dilarang Pemerintah Daerah Provinsi Bali untuk melangsungkan proses syuting di Bali.
- Tim WowKeren
- Kamis, 02 Juni 2016 - 14:31 WIB
WowKeren - Film "Untuk Angeline" memang sudah menuai pro dan kontra masyarakat sejak awal penggarapannya. Bahkan film yang diadaptasi dari kisah nyata tersebut baru-baru ini harus memindahkan lokasi syutingnya yang semula bertempat di Bali.
Duke Rachmat, selaku produser mengungkapkan Pemerintah Daerah Provinsi Bali melarang film "Untuk Angeline" melangsungkan proses syuting di Bali. Menurutnya, Pemda Bali kurang setuju dengan rencana pembuatan film yang menceritakan pembunuhan sadis Angeline tersebut. Karena diburu waktu, akhirnya ia memutuskan untuk memindahkan lokasi syutingnya ke Banyuwangi, Jawa Timur.
"Pemda Bali kurang menyetujui pembuatan film ini di Bali karena mereka selaku kuasa di sana," papar Duke saat menghadiri acara peluncuran teaser, poster, dan tema lagu "Untuk Angeline" di Dapur Sunda, Jakarta Selatan, Rabu (1/6). "Kami putuskan untuk pindah ke Banyuwangi karena pemerintah di Bali kurang mendukung."
Namun meski dilarang syuting di Bali, Duke mengaku akan tetap menayangkan film "Untuk Angeline" di Bali. "Di Bali nanti juga akan tayang film ini, kabarnya ada tiga layar," imbuhnya.
Film garapan sutradara Opi Sulaiman ini akan menggaet artis cilik Meylani Fahira sebagai pemeran Angeline. Selain itu, ada juga Kinaryosih yang memerankan karakter Ibu Angeline, Roy Marten, Ida Zein dan Krisna Mukti. "Untuk Angeline" akan dirilis pada 21 Juli 2016 yang berdekatan dengan momen Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2016.
(wk/)