Begini curhatan dokter forensik mengenai keamanan melakukan otopsi di Indonesia.
- Tim WowKeren
- Rabu, 31 Agustus 2016 - 16:56 WIB
WowKeren - Rabu (31/8), persidangan kasus kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso kembali digelar. Pada persidangan ke-16 ini, ahli kedokteran forensik RSCM, Budi Sampurna dihadirkan untuk memberikan keterangan.
Sebelumnya, Budi telah mengakui bahwa ia tak melakukan otopsi karena permintan dari keluarga. Budi pun memberikan penjelasan mengapa ia hanya mengambil sampel lambung seperti yang diminta oleh penyidik. Pasalnya, melakukan otopsi bukanlah hal yang mudah di Indonesia.
"Beberapa kali (dokter) dipukul di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo)," curhat Budi saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (31/8). "Bahkan, ada beberapa peristiwa yang mengerikan sekali. Keluarga korban ada yang gunakan senjata tajam."
Sehingga, seorang dokter tak akan melakukan otopsi tak mendapat perlindungan dari polisi. "Kami masih nggak yakin dengan perlindungan keamanan di Indonesia," tukas Budi.
Sementara itu, fakta bahwa jasad Mirna tak diotopsi terungkap saat dokter forensik dari Rumah Sakit Sukanto Mabes Polri, memeriksa beberapa minggu lalu. Menurut Budi, tak setiap kasus kematian harus dilakukan prosedur otopsi.
(wk/)