Keluar dari Demokrat, Ruhut Resmi Jadi Jubir Ahok-Djarot
Nasional

Ruhut Sitompul masih sesumbar bahwa Demokrat adalah partainya yang terakhir, benarkah?

WowKeren - Ruhut Sitompul mengejutkan publik karena memilih mengundurkan diri dari jabatannya di Partai Demokrat. Padahal, sebelumnya ia menolak mengundurkan diri meski telah diminta oleh Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas.

Lebih mengejutkan lagi, nama Ruhut turut didaftarkan sebagai tim pemenangan pasangan Ahok-Djarot pada Selasa (4/10). Pengacara kondang itu didaulat sebagai juru bicara pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI Jakarta 2017.

"Namanya muncul langsung dari Prasetio, sebagai ketua tim. Dan namanya sudah diserahkan (ke KPUD)," ungkap Ace Hasan dilansir dari Liputan 6. Mengenai pengunduran dirinya, Ruhut pun mengaku secara suka rela agar dapat terlibat kampanye untuk Ahok-Djarot.


"Karena saya sudah masuk kampanye Ahok, kan saya harus turun jadi jurkam dan blusukan," ungkap Ruhut, Selasa (4/10). "Tidak elok aku masih memegang jabatan ketua Koordinator Polhukam Demokrat."

Ruhut juga menjelaskan bahwa ia hanya mundur dari jabatan struktural di Demokrat, bukan mundur sebagai kader partai. "Tapi kalau kader saya tetap kader, karena saya sangat menghormati Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Jadi kalau sebagai kader Demokrat tidak mundur," jelas Ruhut.

Ruhut pun masih sesumbar bahwa Demokrat adalah partainya yang terakhir. "Karena Demokrat bukan partaiku yang pertama, tapi partai ku yang terakhir. Maka itu hampir semua partai meminta aku bergabung dengan partai mereka, tapi aku tetap, Partai Demokrat partaiku yang terakhir," tukas Ruhut.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!