Terungkap, Inikah Cara Dimas Kanjeng Bujuk Korban untuk Gandakan Uang?
SerbaSerbi

Begini cara Taat Pribadi merekrut pengikut dan korban penipuan dengan modus penggandaan uang.

WowKeren - Publik kini tengah dihebohkan dengan kasus pembunuhan dan penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Pemimpin padepokan Dimas Kanejng di Probolinggo itu bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Publik pun penasaran dan penasaran bagaimana Taat Pribadi merekrut pengikut dan mencari korban untuk penipuannya. Pasalnya, penipuan yang ia lakukan juga bisa menyangkut beberapa politikus dan pengusaha besar di penjuru Tanah Air.

Selain dari mulut ke mulut, dilansir dari Tempo, usaha Taat Pribadi untuk merekrut pengikutnya adalah melalui program pesugihan melalui komentar di situs online. Seperti yang dilakukan oleh Sri Astuti dalam sebuah komentar tentang Dimas Kanjeng pada 28 Agustus 2016.


Dalam testimoninya, netizen berakun Sri Astuti itu menawarkan dana gaib Taat Pribadi serta menawarkan program pesugihan lengkap dengan nomor telponnya. Untuk mengikuti program tersebut, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Diantaranya adalah berusia 21 tahun keatas dan berani melakukan ritual.

Sementara ritual yang dimaksud adalah dengan puasa dua hari dua malam tanpa tidur di dalam sebuah gua. Para pengikut juga harus membayar biaya ritual sebesar Rp 10 juta. Dengan rincian, kambing kendit Rp 5 juta, ayam cemani Rp 2 juta, minyak songolangit Rp 2 juta, bunga, candu, kemenyan, nasi tumpeng, kain kafan dan lain-lain.

Meski jelas tidak masuk akal, namun bujukan tersebut berhasil menipu banyak orang yang menginginkan kekayaan dalam cara yang instan. Kini polisi sedang mengusut tuntas kasus penipuan berkedok penggandaan uang tersebut dengan membuka pos pelayanan untuk menerima laporan warga.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!