Begini tanggapan Fadli Zon soal dugaan dokumen kematian Munir yang hilang.
- Tim WowKeren
- Selasa, 11 Oktober 2016 - 15:54 WIB
WowKeren - Kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia, Munir Said Thalib masih belum terselesaikan meski telah 12 tahun berlalu. Ketua Majelis Komisioner Evy Trisulo pun meminta pemerintah segera mengumumkan hasil penyelidikan selama 2004-2005 yang dilakukan tim pencari fakta (TPF) kepada publik.
Permintaan itu disampaikan dalam sidang yang memenangkan gugatan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang berlangsung di Jakarta, Senin (10/10). Selain Evy, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon juga ikut menodong pemerintah memberikan penjelasan terkait kabar hilangnya dokumen hasil penyelidikan TPF.
"Saya dengar berkasnya memang sudah hilang. Tentu harus ada penjelasan," ungkap Fadli Zon dilansir dari Kompas, Selasa (11/10). Pasalnya, jika memang dokumen tersebut hilang, maka negara telah mengecilkan hati rakyat yang masih mencari keadilan di Indonesia.
Hal serupa juga disampaikan oleh anggota Komisi III dari Fraksi Partai Nasdem, Taufiqulhadi. "Saya berharap ada kelanjutan dan kesungguhan," tukas Taufiqulhadi.
Sementara itu, aktivis HAM Munir meninggal diracun dalam penerbangan dari Singapura menuju Belanda. Setelah diotopsi, diketahui dia mengembuskan napas terakhir akibat kandungan arsenik melebihi batas normal dalam tubuhnya.
(wk/)