Keakraban Jokowi dan Prabowo walau pernah menjadi rival politik mendapat pujian seperti di bawah ini.
- Tim WowKeren
- Jumat, 18 November 2016 - 11:29 WIB
WowKeren - Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebanyak 2 kali untuk mendiskusikan keutuhan NKRI mendapat banyak sorotan sekaligus pujian dari publik. Diawali dengan Jokowi yang lebih dulu mendatangi Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor pada 31 Oktober lalu, kemudian dibalas Prabowo yang menyambangi Jokowi di Istana Negara pada 17 November.
Mendapat banyak sorotan dan pujian dari publik, Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mengatakan keakraban Jokowi dan Prabowo itu seharusnya bisa dicontoh oleh para elit politik yang lainnya, terlebih lagi khususnya elit politik yang pernah menjadi rival dalam pemilihan presiden.
"Mereka itu sebenarnya kan bersahabat sejak Pak Joko Widodo menjadi wali kota Solo," kata Arief dilansir Kompas, 18 Oktober. "Jangan kayak Ibu Mega (Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri) dan Pak SBY (Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono) yang hingga hari ini tidak bisa duduk bersama dan bersahabat dan terbawa ke perseteruan pribadi."
"Jadi ya undangan makan siang Pak Joko Widodo ke Istana kepada Prabowo bisa jadi contoh yang baik untuk menunjukkan perbedaan garis politik dan persaingan tidak harus memecahkan rasa persaudaraan sesama anak bangsa yang punya kewajiban untuk membangun bangsa," lanjut Arief.
"Kalau Pak Joko Widodo mengundang tokoh partai politik yang ada di pemerintahannya pasti tidak spesial dan masukannya pasti kurang jujur. Tetapi kalau dari pimpinan parpol oposisi akan lebih mantap dan jujur," pungkasnya.
(wk/)