Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengungkap jika pelaku bom Samarinda memiliki keterkaitan dengan ISIS.
- Tim WowKeren
- Senin, 21 November 2016 - 08:37 WIB
WowKeren - Serangan bom molotov yang terjadi di Samarinda beberapa waktu lalu membuat publik meradang. Akibat kejadian itu, sejumlah anak mengalami luka dan satu gadis cilik, bernama Intan meninggal dunia.
Baru-baru ini pihak kepolisian mengungkap kabar terbaru dari hasil pemeriksaan pelaku. Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan jika tersangka serangan bom molotov di Gereja Oikumene, Sengkotek adalah pengikut Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Dari hasil pemeriksaan di rumah pelaku ditemukan bendera ISIS.
"Iya mereka termasuk kelompok yang berbaiat (menyatakan ikut) kepada ISIS. Dengan dokumen yang ada, dengan simbol-simbol yang ada, barang bukti yang ada, mereka dapat dikategorikan," ujar Irjen Boy. "Walaupun mungkin derajat keterlibatannya lebih diawali dengan rasa simpati ingin ikut berjuang seperti orang-orang yang ada di Suriah, di Irak. Kemudian mereka mengimplementasikan kegiatan-kegiatan itu di sini."
Sementara itu, pihak kepolisian telah menetapkan tujuh orang pelaku yang dinilai terlibat dalam serangan itu. Mereka kini telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari keterangan Boy diketahui jika mereka adalah residivis kasus terorisme.
"Memberkas perkara itu memeriksa saksi ahli, memeriksa para tersangka, saksi, agar bisa segera berkas perkara dilimpahkan kepada kejaksaan untuk disidangkan," imbuhnya.
(wk/)