Dua WNI Hilang Lagi, Pengamanan Laut Perbatasan Malaysia-Filipina Dipertanyakan
Nasional

Pengamat Militer berbicara soal WNI yang kembali diculik di perbatasan Malaysia-Filipina.

WowKeren - Kasus penculikan terhadap WNI kembali terjadi. Dua kapten kapal asal Indonesia Safarudin dan Sawal dikabarkan hilang sejak Sabtu (19/11).

Muncul dugaan jika para WNI itu menjadi korban penculikan kelompok teroris Abu Sayyaf. Kejadian ini rupanya menjadi perhatian Pengamat Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi.

Dalam penuturannya baru-baru ini, Fahmi mengatakan jika kejadian ini terus berulang lantaran keamanan di laut perbatasan masih buruk. Meski Badan Keamanan Laut (Bakamla), namun prakteknya masih banyak bergantung pada TNI AL.


"Pengelolaan keamanan laut baik domestik maupun kawasan, masih menghadapi sejumlah persoalan dan tantangan klasik," ujarnya. "Meski pemerintah telah membentuk Badan Keamanan Laut (Bakamla) sebagai penjuru, namun pada prakteknya lembaga ini masih tumpul. Keterbatasan sarana prasarana pendukung menyebabkan lembaga ini masih harus bergantung pada TNI AL, yang memegang otoritas penuh sebelum hadirnya Bakamla."

Tidak hanya itu, Fahmi juga membahas soal upaya Indonesia, Malaysia dan Filipina dalam menghadapi Abu Sayyaf. Menurutnya, ketiga negara ini masih gagap dalam strategi untuk menumpas kelompok teroris tersebut.

Sementara itu, ini bukan kali pertama ada WNI yang diculik oleh Abu Sayyaf. Sebelumnya, kelompok teroris ini sempat menyandera beberapa orang asal Indonesia meski kini telah dibebaskan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!