Sejumlah pihak menyalahkan Aung San Suu Kyi lantaran tetap bungkam meski tahu Rohingya dianiaya.
- Tim WowKeren
- Senin, 21 November 2016 - 13:39 WIB
WowKeren - Konflik yang menimpa kaum muslim Rohingya di Myanmar kembali terjadi. Baru-baru ini sejumlah anggota militer dikabarkan melakukan penganiayaan dan penembakan pada umat Islam minoritas itu.
Tak hanya itu, sejumlah bukti bahkan menyebutkan jika mereka melakukan pembunuhan, pemerkosaan dan penjarahan pada warga Rohingya dalam operasi di Rakhine Oktober lalu.
Nasib malang yang menimpa muslim Rohingya itu membuat Aung San Suu Kyi menerima kritikan. Pasalnya sebagai peraih Nobel Perdamaian ia diharapkan dapat membela nasib kaum minoritas. Namun ia justru terkesan bungkam.
Seperti diketahui, Aung San Suu Kyi merupakan pemimpin oposisi yang vokal memperjuangkan demokrasi tanpa kekerasan. Ia menerima nobel perdamaian saat menjadi korban penindasan junta militer.
Kecaman itu salah satunya seperti yang dimuat media Bangladesh, Dhaka Tribune. Mereka memuat editorial yang berjudul "Come Together for Rohingyas."
Seperti diketahui, banyak kaum muslim Rohingyas yang berupaya untuk melarikan diri dari Myanmar melalui Bangladesh. Beberapa waktu lalu kabarnya aparat sempat melarang para muslim yang hendak menyeberang lewat Bangladesh.
(wk/)