Simak di bawah ini detil jalannya demo yang memprotes keputusan pemerintah untuk memakamkan Ferdinand Marcos sebagai pahlawan negara.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 26 November 2016 - 11:25 WIB
WowKeren - Jumat, 25 November, sekitar 3.000 warga Manila menggelar aksi unjuk rasa di sebuah taman di pusat kota Manila untuk menentang keputusan pemerintah yang mengizinkan jasad mantan diktator Ferdinand Marcos dimakamkan di taman makam pahlawan. Mereka juga mengkritik keputusan pemerintah yang memberikan pemakaman kenegaraan untuk Marcos.
Demo itu diwarnai dengan aksi bugil di jalanan (25/11). Sementara sebagian pengunjuk rasa lainnya membawa peti jenazah palsu sebagai bentuk penolakan terhadap jasad Marcos yang dikebumikan di taman makam pahlawan Manila pada minggu lalu. Para demonstran mendesak Presiden Rodrigo Duterte dan Mahkamah Agung Filipina memindahkan jasad Marcos dari pemakaman para pahlawan.
"Dikembumikannya Marcos di taman makam pahlawan melanggar tak hanya hak-hak korban tetapi seluruh konsep keadilan itu sendiri," kata Ephraim Cortez, seorang pengacara yang ikut dalam aksi ini dilansir Daily Mail, 25 November.
Sebagian besar pengunjuk rasa adalah para mahasiswa yang meninggalkan kuliah dan turun ke jalanan meski hujan deras yang dibawa badai tropis Tokage mengguyur Manila. Sekitar 20 mahasiswa memakai topeng wajah Marcos dan telanjang sambil berjalan melintasi Universitas Filipina.
Terpilihnya Duterte, sekutu politik keluarga Marcos, membuat keinginan Marcos dikebumikan di taman makam pahlawan menjadi kenyataan. Apalagi, Mahkamah Agung Filipina akhirnya memutuskan sebagai mantan presiden dan bekas prajurit, Marcos layak dimakamkan di sana.
Sementara itu, Duterte tidak sependapat dengan para pengunjuk rasa tetapi mengizinkan warga menyampaikan pendapatnya. Duterte bahkan memerintahkan kepolisian untuk tidak membubarkan unjuk rasa meski mereka tidak mengajukan izin kepada aparat keamanan.
(wk/)