Sejumlah pemimpin dunia mengungkap rasa bela sungkawanya atas kematian mantan Presiden Kuba, Fidel Castro.
- Tim WowKeren
- Senin, 28 November 2016 - 09:52 WIB
WowKeren - Seluruh warga Kuba tengah berduka. Jumat (25/11) malam pemimpin revolusi sekaligus mantan Presiden Fidel Castro meninggal dunia di usia 90 tahun.
Demi menghormati kepergian Fidel Castro seluruh Kuba akan berkabung hingga 4 Desember mendatang. Bendera dikibarkan setengah tiang di gedung-gedung pemerintahan.
Sejumlah pemimpin dunia lainnya juga telah menyampaikan rasa bela sungkawanya. Presiden Joko Widodo mengungkap rasa duka citanya melalui Twitter.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan jika Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan Fidel Castro saat pemerintahan Presiden Soekarno. "Fidel Castro dengan Bung Karno merupakan sahabat yang baik dan merupakan salah satu pendukung gerakan non-blok," jelas wapres kepada wartawan," terangnya.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut jika Fidel Catro sebagai sosok yang bijaksana dan inspiratif bagi negara lainnya. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan akan diberi kekuatan.
Namun, reaksi yang berbeda justru ditunjukkan oleh Presiden Terpilih Amerika Donald Trump. Ia justru menyebut Fidel Castro sebagai "pemimpin yang kejam".
Sementara itu, Fidel Castro sendiri memimpin Kuba selama 50 tahun hingga posisinya diambil oleh sang adik Raul pada 2008. Banyak pendukungnya yang menyebut jika Castro adalah orang yang mengembalikan Kuba ke rakyatnya. Ia bahkan berani mengabaikan AS selama beberapa dekade dan menentang negeri Paman Sam itu selama perang dingin.
Meski begitu ada sebagian pihak yang menyebut jika Castro adalah diktator. Rencananya jenazah sang pemimpin akan dikremasi dalam upacara tertutup di Havana pada Sabtu (3/12) dan abunya akan disimpan di Kota Santiago.
(wk/)