Beberkan Kronologi Penangkapan, Teroris Bekasi Tulis Wasiat untuk Orangtua
Nasional

Tim dari Densus 88 sudah mengincar pelaku dan mengikuti dari Solo ke Jakarta.

WowKeren - Datasemen Khusus Antiteror 88 baru-baru ini berhasil menangkap sejumlah anggota teroris dan mengamankan bom di Bekasi. Kabag Mitra Divisi Humas Polri Kombes Pol Awi Setiyono mengungkap jika aparat sebenarnya telah mengikuti para pelaku sebelumnya.

Awi menuturkan jika, tim telah mengikuti pelaku MNS dan AS saat berangkat dari Solo ke Jakarta dengan mobil. Setibanya di Jakarta mereka kemudian menjemput DYN di Pondok Kopi dan mengantarkannya ke Kanto Pos.

DYN rupanya ingin mengirimkan kardus berisi pakaian dan surat wasiat. Ia bermaksud untuk berpamitan pada orangtuanya. "Isinya mau pamitan ke orangtua DYN bahwa yang bersangkutan akan melakukan amaliah," ujar Awi.

MNS dan AS kemudian mengantarkan DYN ke kontrakan di Jalan Bintara Jaya VIII, Bekasi. DYN akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian pada 15:50 WIB. Sementara MSN dan AS ditangkap di flyover Kalimalang.


"Disergap tanpa ada perlawanan yang berarti pada pukul 15.40 WIB," ujar Awi. Seorang pelaku lain SY ditangkap sekitar pukul 18:30 WIB di Dusun Sabrang Kulon, Matesih, Karanganyar. Ia bertugas membantu MNS dan AS merakit bom sebelum dibawa ke Jakarta.

Tim Densus 88 juga berhasil mengamankan bom di dalam tas ransel hitam yang dibawa oleh DYN. Bom berjenis TATP berbentuk rice cooker itu memiliki berat sekitar 3 kg dan memiliki daya ledak cukup tinggi dengan radius 300 meter dan kecepatan 4.000 km/jam.

Sementara itu, dari hasil investigasi diketahui jika pelaku rupanya berencana untuk meledakkan bom di objek vital. Salah satunya Istana Negara saat car free day, Minggu (11/12). "Bom itu rencananya diledakkan di objek vital nasional," imbuh Awi.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait