Bagaimana penjelasan Panglima TNI Gatot Nurmantyo atas usulan TNI ikut Pemilu? Simak di bawah ini.
- Tim WowKeren
- Rabu, 14 Desember 2016 - 09:20 WIB
WowKeren - TNI kembali diusulkan agar bisa mengikuti pemilu nasional pada tahun 2024 mendatang. Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, wacana tersebut akan diberikan setelah adanya evaluasi pemilu serentak tahun 2024 mendatang.
"Saya pikir di tahun 2024 kan ada pemilu serentak. Setelah itu baru dievaluasi apakah TNI harus ikut memilih atau tidak memilih," kata Gatot saat raker dengan Pansus RUU Pemilu di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa, 13 Desember. "Setelah (pemilu serentak) 2024 saja. Kan, itu pemilihan presiden, legislatif dan seluruh kepala daerah. Setelah itu baru dievaluasi, kapannya (pemberian hak pilih) tidak tahu juga kan harus dievaluasi. (Tahun) 2024 itu krusial."
Menurut Gatot, tahun 2024 adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi perlu tidaknya TNI ikut dalam pemilu. Pasalnya, di tahun itu adalah masa yang sangat krusial karena ada pemilu serentak. Di tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang sudah menjadwalkan akan diadakan pemilu serentak. Pemilu tersebut tidak hanya pilpres, tapi juga pilkada dan pileg.
Gatot menjelaskan banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum memberikan hak pilih pada TNI. Salah satunya adalah tingkat kedewasaan masyarakat Indonesia. Dia sendiri menjamin TNI akan terus berusaha profesional dalam menjaga keutuhan NKRI saat pemilu serentak berlangsung. "Ya segala macamnya, segala aspek. Yang jelas TNI saat ini bersama Polri konsentrasi agar pesta demokrasi 2024 aman," pungkasnya.
(wk/)