Teroris Bekasi DYN mengungkap bagaimana awalnya ia bisa pengikut kelompok radikal.
- Tim WowKeren
- Rabu, 14 Desember 2016 - 10:23 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, Detasemen Khusus Antiteror 88 berhasil menangkap sejumlah teroris di Bekasi. Diantara tersangka yang ditahan ada seorang wanita bernama Dian Yulia Novi (DYN).
Dian sendiri mengakui, pada awalnya dirinya mengenal ajaran radikal tersebut melalui media sosial. Ia membaca status yang berbau jihadis itu lewat Facebook saat masih menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Singapura.
Tidak hanya itu, Dian juga rajin membaca dan mengumpulkan artikel berbau jihadis. Selama setahun ia juga banyak mempelajari mengenai banyak hal mulai fiqih, muamalah, aqidah hingga sejarah Islam.
"Kurang lebih selama satu tahun saya aktif Facebook. Tetapi, saya tidak ikut grup apapun. Saya hanya menyimak dan semakin penasaran. Makanya saya beranikan untuk bertanya," ujar Dian seperti yang dikutip TV One. "Semua saya terapkan. Semua itu bukan dalam bentuk buku. Tetapi dalam bentuk artikel dan audio voice. Kalau video tidak ada."
Wanita bercadar itu menuturkan jika ia berkenalan tersangka Nur Solihin juga melalui media sosial. Mereka kemudian memutuskan untuk menikah pada tiga bulan lalu.
Meski mengetahui Solihin telah beristri dan memiliki anak, Dian tetap memutuskan untuk menikah tanpa wali. Bahkan, Dian sendiri tidak hadir dalam pernikahan itu dan hanya diwakilkan.
"Kami tidak ta'aruf, kami juga tidak bertukar foto. Saya niatnya ikhlas, berniat untuk mencari ridho Allah. Saya juga belum tahu wajah 'Aa sebelumnya. Saya yakin saja," imbuhnya. "Saya serahkan semuanya kepada 'Aa. Saya diwakilkan. Saya tidak tahu siapa yang wakilkan. Sebelum nikah, 'Aa bilang, 'Neng, sebentar lagi pernihakan akan dilaksanakan'."
Sementara itu, selain Dian, Densus 88 juga berhasil menangkap Nur Solihin dan Agus Supriyandi dalam aksi beberapa waktu lalu. Kelompok itu pada awalnya berencana untuk meledakkan Istana Negara pada Minggu (11/12).
(wk/)